Jumat, 11 Januari 2008

Kondisi Angkutan UMUM

Oleh : Murdilan

Seiring dengan pesatnya arus globalisasi di negeri ini berimbas pada bidang transportasi utamanya angkutan umum darat. Hal ini dapat dirasakan dampaknya baik oleh kalangan pengusaha angkutan itu sendiri ataupun pihak-pihak terkait,baik kru angkutan, ataupun para pengguna jasa transportasi. Persaingan usaha yang semakin ketat memaksa semua pihak untuk mengoperasikan kendaraan, karena jika tidak dibarengi dengan perhitungan yang cermat bisa berakibat rugi baik perusahaan sebagai pemilik angkutan ataupun awak kendaraan itu sendiri.

Kondisi semacam ini tercermin adanya beberapa jalur trayek di kebumen mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan bahkan ada sejumlah jalur yang benar-benar mati alias tidak ada pelayanan angkutan mengunakan angkutan umum. Setelah dicermati ada beberapa factor penyebabnya antara lain : sepinya penumpang, tingginya biaya operasional, kendaraan roda dua yang begitu menjamur, munculnya becak mesin, Tossa, kereta kelinci, mudahnya akses komunikasi, handphone, dan masih banyak faktor lain yang andil melesukan angkutan umum pada khususnya dan pada bidang lain pada umumnya.

Munculnya pesaing angkutan dengan jenis lain juga merupakan refleksi atau sisi keberhasilan pembangunan akses jalan, jembatan sehingga merangsang orang merubah cara berfikir dan bertindak seperti halnya saudara-saudara kita yang berprofesi mengayuh becak secara manual (ngontel) berganti dipasang mesin walaupun itu semua bukan peruntukkannya bahwa becak menggunakan alat bantu mesin.Lain lagi masalah kereta kelinci, angkutan ini muncul karena ada peluang yaitu peruntukkanya dianggap menunjang kepariwisataan. Alasannya murah meriah dan menguntungkan bagi masyarakat yang terbiasa mabuk apabila naik kendaraan tertutup. Kendaraan ini bisa mengangkut banyak orang walaupun tidak diimbangi dengan pelayanan yang memadai. Contohnya kereta ini biasanya menggunakan kendaraan yang usianya sudah cukup tua merk Toyota Kijang, atau Daihatsu lalu dimodifikasi sedemikian rupa dan ditambah semacam gerbong kereta api.Menjamurnya kendaraan roda dua memang banyak alasan bagi mereka antara lain : praktis, cepat, mudah dan murah.

Betapa tidak tertariknya warga kita banyak dealer/sorum (show room - Red) sepeda motor yang menawarkan discount, uang muka murah, prosesnya cepat, angsurannya murah masih ditambah hadiah. Sekilas pandang tentang faktor-faktor yang turut andil lesunya angkutan umum didaerah ini.Lepas dari itu semua kadang orang sering melupakan hal-hal yang dianggap sepele contoh :Perilaku awak kendaraan yang kurang menghargai pengguna jasa itu sendiri dengan sistim ngetem yang waktunya lama dengan alasan mengejar setoran dan diperparah tarif yang melampaui batas atas dan aji mumpung mana kala ada penumpang yang nanya berapa mas tarifnya. Walaupun tidak semua awak kendaraan seperti itu.Over supply kendaraan di suatu jalur juga berdampak kurang baiknya bagi para pengusaha ataupun awak kendaraan karena berakibat menurunnya pendapatan.Menumpuknya kendaraan di suatu titik akan mengganggu ketertiban umum dan kumuhnya pemandangan. Disisi lain masih ada daerah-daerah yang belum dilayani oleh angkutan umum sekalipun mekanisme perijinan sudah selesai diproses namun lagi-lagi calon pengusaha takut kalau-kalau tidak kembali modal. Sebagai contoh adalah diwilayah pemekaran kecamatan baru yaitu kecamatan Poncowarno kabupaten Kebumen.
Penulis mempunyai pengamatan yang berbeda dalam masalah ini, misalnya kalau calon pengusaha ragu untuk pengadaan kendaraan yang baru apa tidak sebaiknnya menggunakan kendaraan second alias bekas yang penting bisa beroperasi dulu masalah kelengkapan trayek menyusul. Solusinya adalah ambilkan kendaraan dari beberapa jalur yang mati atau over supply.Kami sangat memahami bahwa harga kendaraan baru memang perlu dipertimbangkan masak-masak karena pada prinsipnya seseorang berusaha adalah menggunakan semboyan “Modal sedikit untung sebanyak-banyaknya”, idealnya adalah dengan menanam modal satu juta rupiah dikendaraan angkuatan umum mendapat masukan seribu rupiah setiap hari.Itulah sekelumit kondisi angkutan umum wilayah Kedu Selatan Khususnya Kebumen.

Murtilan
Penulis adalah Sekretaris Organda Kebumen

Tidak ada komentar: